HEAD OFFICE
AJK Center
Komplek Bidex Blok F16-17
Jl.Pahlawan Seribu, CBD BSD City
Telp. +62 21 531 67 889.
Fax. +62 21 531 67 899
www.agrisatwa.com
Contact :dwi@agrisatwa.com

Kebutuhan Daging Nasional Masih Bergantung 35 Persen dari Impor

 Jakarta -  Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Kementerian Pertanian (Kementan), Fini Murfiani mengatakan, populasi sapi atau kerbau di Indonesia belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan daging nasional.

Berdasarkan angka prognosa ketersediaan dan kebutuhan daging tahun 2018 hasil rakornis dengan Kemenko Perekonomian, estimasi kebutuhan daging 2018 sebesar 662,54 ribu ton dengan asumsi rata-rata konsumsi nasional sebesar 2,5 kg per kapita dalam per tahun.

Fini, saat dihubungi jurnas.com mengatakan, produksi daging dalam negeri 2018 sebesar 429,41 ribu ton. Dari jumlah tersebut, secara nasional masih kurang sebesar 233,13 ribu ton atau sekitar 35 persen yang nantinya ditutupi dengan sapi bakalan eks impor dan daging sapi atau kerbau impor.
Untuk mengurangi ketergantungan itu, kata Fini, Kementan terus mendorong percepatan peningkatan populasi sapi Indonesia, melalui dua hal. Pertama, menambah sapi indukan, baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun swasta.
Pemerintah mewajibkan seluruh importir sapi untuk mendatangkan 20 persennya betina atau indukan.

Menurut Fini, kebijakan rasio impor satu indukan dari 5 lima bakalan sesuai dengan Permentan Nomor 49 Tahun 2016 dan yang telah diubah dengan Permentan Nomor 2 Tahun 2017 antara lain bertujuan untuk percepatan peningkatan populasi sapi serta mendorong kemitraan dalam pemeliharaan sapi indukan untuk pemberdayaan peternak.

Pemerintah sangat berharap komitmen para feedloter dalam percepatan peningkatan populasi.  Sampai saat ini para importir bakalan belum memenuhi  rasio 1:5, sebagian besar realisasi masih impor bakalan sementara sapi indukan belum sesuai jumlah kewajibannya.

Kedua, Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) yang ditujukan untuk mempercepat peningkatan populasi sapi di tingkat peternak melalui optimalisasi reproduksi.
Tepat pada Kamis, (29/3) bulan lalu, Kementan panen pedet (Anak sapi, Red) hasil Inseminasi Buatan (IB) telah sebanyak 2.000 ekor di Lampung Selatan.
Untuk diketahui, Upsus siwab yang dimulai sejak 2017 hingga hari ini sudah dilakukan IB sebanyak 5.027.120 ekor, sapi bunting sebanyak 2.236.934 ekor dan lahir sebanyak 1.080.334 ekor.
 
 

www.desaingue.com