HEAD OFFICE
AJK Center
Komplek Bidex Blok F16-17
Jl.Pahlawan Seribu, CBD BSD City
Telp. +62 21 531 67 889.
Fax. +62 21 531 67 899
www.agrisatwa.com
Contact :dwi@agrisatwa.com

Menteri Perdagangan: Indonesia Kekurangan 1,39 Juta Ekor Sapi

 http://bisnis.tempo.co/read/news/2015/11/30/090723398/menteri-perdagangan-indonesia-kekurangan-1-39-juta-ekor-sapi
 

TEMPO.COJakarta - Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong menyatakan Indonesia masih mengalami defisit daging sapi sebesar 237,89 ribu ton daging atau setara dengan 1,39 juta ekor sapi hidup. 

Asumsinya, konsumsi daging sapi sebesar 2,6 kilogram per kapita per tahun. Dengan jumlah penduduk 255,4 juta jiwa, kebutuhan daging sapi sebesar 653.982 ton atau setara 3,843 juta sapi hidup. Sedangkan kemampuan produksi dalam negeri sebesar 2,445 juta ekor sapi. Artinya, ada kekurangan 237,89 ribu ton daging atau setara 1,39 juta ekor sapi. 

Tahun ini, defisit daging sapi ditutup melalui impor 773,149 sapi hidup dan 83,26 ribu ton daging beku. Namun tentunya Indonesia tak mau terus bergantung pada impor. “Kita perlu membangun industri peternakan sapi yang mampu menutupi kebutuhan sapi nasional," kata Tom Lembong, Senin, 30 November 2015.

Potensi itu ada. Dalam kunjungan ke Nusa Tenggara Timur pada Jumat pekan lalu, misalnya, Tom sempat meninjau lokasi pembibitan sapi milik pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di Lili, Kecamatan Camplong, Kabupaten Kupang. Didampingi Gubernur NTT Frans Lebu Raya, ia menyatakan, "Upaya membangun industri sapi nasional sejalan dengan program poros maritim yang diprogramkan pemerintah."

Upaya itu, misalnya tampak pada awal bulan ini, saat Presiden Joko Widodo juga meluncurkan kapal khusus pengangkut sapi yang melewati rute Kupang. 

Saat meninjau peternakan, Tom sempat melihat-lihat lokasi kandang sapi, hamparan rumput gajah yang dijadikan pakan, hingga saluran dan lokasi pengolahan limbah. "Di lokasi itu, pengolahan limbah ternak sapi dijadikan sebagai pupuk kandang," ujarnya. 

www.desaingue.com