HEAD OFFICE
AJK Center
Komplek Bidex Blok F16-17
Jl.Pahlawan Seribu, CBD BSD City
Telp. +62 21 531 67 889.
Fax. +62 21 531 67 899
www.agrisatwa.com
Contact :dwi@agrisatwa.com

Sumsel Siap Pasok 1.500 Sapi Per Bulan Ke DKI

http://industri.bisnis.com/read/20150507/99/430902/sumsel-siap-pasok-1.500-sapi-per-bulan-ke-dki
Bisnis.com, PALEMBANG -- Sumatra Selatan berpotensi menyuplai 1.500 ekor sapi per bulan atau 50 ekor setiap hari ke DKI Jakarta  melalui pengembangan sekolah peternak rakyat di provinsi itu.

Saat ini telah terdapat tiga sekolah peternak rakyat (SPR) Sumsel yang sudah ditetapkan Presiden Joko Widodo sebagai pilot project untuk Indonesia beberapa waktu lalu.

Direktur Kanaya Corp, perusahaan yang bergerak di bidang peternakan, Ade Gita Pramadianta, mengatakan DKI Jakarta merupakan pasar strategis bagi peternak sapi di Sumsel.

"Selama ini DKI Jakarta mendapat suplai dari Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan adanya SPR di Sumsel ini maka Sumsel juga berpotensi menjadi penyuplai kebutuhan DKI Jakarta, apalagi secara jarak lebih dekat," katanya, Kamis (7/5).

Menurut Ade, Ibu Kota membutuhkan sekitar 1.000 ekor sapi per hari atau 160 juta kilogram daging sapi per tahun.

Dia mengemukakan melalui sistem SPR yang digagas Prof Muladno dari Institut Pertanian Bogor (IPB)  dan telah diterapkan perusahaannya di tiga kabupaten di Sumsel dapat meningkatkan populasi serta kualitas sapi Sumsel.

"Kami optimistis Sumsel bisa memenuhi kebutuhan sapi di provinsinya sendiri dan bahkan menyuplai provinsi lain melalui SPR," katanya.

SPR merupakan sistem kelembagaan peternak yang kolektif, bertujuan untuk memberikan pembelajaran secara aplikatif, partisipatif, sistematis dan terukur kepada peternak, sehingga diharapkan usaha peternakan mereka bisa berdikari, layak dan berdaya saing.

Adapun tiga SPR yang telah berjalan terletak di Kabupaten Banyuasin, Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Kabupaten Musi Banyuasin.

Saat ini populasi sapi yang dimiliki tiga SPR tersebut sebanyak 6.401 ekor dan diproyeksi meningkat sebesar 116% per tahun dan bisa mencapai 43.628 ekor pada 2019 mendatang.

"Populasinya bisa meningkat drastis karena tidak ada lagi pemotongan betina produktif, seluruh betina dimaksimalkan usianya dan didukung dengan penerapan metode pemeliharaan yang benar di SPR," jelasnya.

Oleh karena itu untuk menembus pasar provinsi tetangga, pihaknya pun berencana membangun lagi SPR di delapan kabupaten/kota yang meliputi a.l Banyuasin, Muba, Kota Lahat, Muara Enim dan Kota Palembang.

“Kemudian kami berencana membuat MoU antara Pemprov DKI Jakarta, Sumsel dan peternak SPR untuk pemenuhan sapi ke Jakarta pada tahun depan,” katanya.

Ade mengatakan Sumsel sebetulnya dapat swasembada sapi melalui SPR—SPR tersebut karena sistem itu dapat mengatasi masalah peternakan sapi di provinsi itu.

Dia memaparkan selain maraknya pemotongan sapi betina produktif, masalah lainnya menyangkut metode budidaya yang masih tradisional dan dominannya peran blantik (pengepul sapi) terhadap pembentukan harga.

www.desaingue.com