HEAD OFFICE
AJK Center
Komplek Bidex Blok F16-17
Jl.Pahlawan Seribu, CBD BSD City
Telp. +62 21 531 67 889.
Fax. +62 21 531 67 899
www.agrisatwa.com
Contact :dwi@agrisatwa.com

Impor sapi Australia bakalan rusak swasembada pangan Jokowi

http://www.merdeka.com/uang/impor-sapi-bakalan-australia-rusak-swasembada-pangan-jokowi.html
 
Merdeka.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) berencana meningkatkan angka importasi sapi dari Australia pada tahun ini. Hal tersebut justru merusak semangat swasembada pangan yang dilakukan pemerintah Joko Widodo (Jokowi).

"Pemerintah ada baiknya melakukan proses pelaksanaan evaluasi program swasembada daging sapi (PSDS) secara serius, sehingga bisa dipetakan potensi dan solusi yang perlu dilakukan dalam pengembangan swasembada daging sapi," ujar Anggota Komisi IV DPR RI Rofi Munawar kepada merdeka.com di Jakarta, Sabtu (29/11).

Menurut dia, impor tersebut bakal menguras devisa negara sebesar Rp 4,8 triliun hingga Rp 5 triliun. Dana tersebut, lanjut dia, jika dialihkan untuk pengembangan sapi lokal tentu akan sangat bermanfaat dalam mendorong roda ekonomi dan konsumsi daging nasional.

Wakil Ketua Fraksi PKS ini menambahkan, swasembada daging adalah program pemerintah sebagai regulator untuk menyediakan 90 persen total kebutuhan daging sapi dari dalam negeri, sedangkan 10 persen sisanya berasal dari pasokan luar negeri berupa impor sapi bakalan dan impor daging.

Namun ironisnya, proporsi importasi jika dilihat komposisi terbesar maka Australia menjadi negara pemasok utama daging atau sapi bakalan bagi Indonesia. Dampaknya banyak industri ternak sapi di negeri kangguru tersebut tumbuh dan berkembang karena melakukan importasi ke Indonesia.

"Pemerintah harus menciptakan kebijakan tata niaga dan tata kelola daging sapi yang kondusif bagi peternak lokal, agar keseimbangan demand dan supply bisa terjadi. Peternak Australia bisa sejahtera dengan melakukan importasi ke Indonesia, sedangkan peternak lokal terpinggirkan karena harganya tidak kompetitif berasing," pungkas dia.

Sebagai informasi, Kementerian Perdagangan (Kemendag) berharap dapat menerbitkan izin untuk mengimpor 264 ribu ekor sapi pada kuartal keempat tahun ini, sebuah peningkatan yang signifikan dari perkiraan awal sekitar 136 ribu ekor. Perencanaan indikatif impor sapi tahun 2014 mencapai 700.000 ekor. Pada triwulan I-2014, Kementerian Perdagangan sudah menerbitkan surat persetujuan impor sebanyak 130.245 sapi bakalan untuk 35 importir dan 26.360 sapi siap potong kepada 16 importir.

www.desaingue.com